Pengertian
Komunikasi
Istilah komunikasi berasal dari kata Latin
Communicare atau Communis yang berarti sama atau menjadikan milik bersama.
dengan kata lain jika kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti kita berusaha
agar apa yang kita sampaikan kepada orang lain tersebut akan menjadi miliknya.
Manusia adalah makhluk sosial yang tergantung satu sama lain dan mandiri serta saling terkait dengan orang lain dilingkungannya.
Manusia adalah makhluk sosial yang tergantung satu sama lain dan mandiri serta saling terkait dengan orang lain dilingkungannya.
Komunikasi merupakan keterampilan yang sangat
penting dalam kehidupan manusia, dimana dapat kita lihat komunikasi dapat
terjadi pada setiap gerak langkah manusia.
Satu-satunya alat untuk dapat berhubungan dengan
orang lain dilingkungannya adalah komunikasi baik secara verbal maupun non
verbal, karena pada dasarnya komunikasi digunakan untuk menciptakan atau
meningkatkan aktifitas hubungan antara manusia atau kelompok.
Berikut beberapa penjelasan tentang jenis-jenis komunikasi
1. Komunikasi intrapribadi
Komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication) adalah komunikasi dengan diri sendiri, baik kita sadari atau tidak. Misalnya berpikir.
Komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya. (Muhammad, 2005,p.158-159).
Menurut Devito (1989), komunikasi interpersonal adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera (Effendy,2003, p. 30).
Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal atau nonverbal. Komunikasi interpersonal ini adalah komunikasi yang hanya dua orang, seperti suami istri, dua sejawat, dua sahabat dekat, guru-murid dan sebagainya (Mulyana, 2000, p. 73)
Menurut Effendi, pada hakekatnya komunikasi interpersonal adalah komunikasi antar komunikator dengan komunikan, komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam upaya mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang, karena sifatnya yang dialogis berupa percakapan. Arus balik bersifat langsung, komunikator mengetahui tanggapan komunikan ketika itu juga. Pada saat komunikasi dilancarkan, komunikator mengetahui secara pasti apakah komunikasinya positif atau negatif, berhasil atau tidaknya. Jika ia dapat memberikan kesempatan pada komunikan untuk bertanya seluas-luasnya (Sunarto, 2003, p. 13).
Klasifikasi Komunikasi Interpersonal
Redding yang dikutip Muhammad (2004, p. 159-160) mengembangkan klasifikasi komunikasi interpersonal menjadi interaksi intim, percakapan sosial, interogasi atau pemeriksaan dan wawancara.
Interaksi intim termasuk komunikasi di antara teman
baik, anggota famili, dan orang-orang yang sudah mempunyai ikatan emosional
yang kuat.
Percakapan sosial adalah interaksi untuk
menyenangkan seseorang secara sederhana. Tipe komunikasi tatap muka penting
bagi pengembangan hubungan informal dalam organisasi. Misalnya dua orang atau
lebih bersama-sama dan berbicara tentang perhatian, minat di luar organisasi
seperti isu politik, teknologi dan lain sebagainya.
Interogasi atau pemeriksaan adalah interaksi antara
seseorang yang ada dalam kontrol, yang meminta atau bahkan menuntut informasi
dari yang lain. Misalnya seorang karyawan dituduh mengambil barang-barang
organisasi maka atasannya akan menginterogasinya untuk mengetahui kebenarannya.
Wawancara adalah salah satu bentuk komunikasi
interpersonal di mana dua orang terlibat dalam percakapan yang berupa tanya
jawab. Misalnya atasan yang mewawancarai bawahannya untuk mencari informasi
mengenai suatu pekerjaannya.
2. Komunikasi antarpribadi
Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan respon verbal maupun nonverbal berlangsung secara langsung.
Bentuk khusus komunikasi antarpribadi ini adalah
komunikasi diadik (dyadic communication) yang hanya melibatkan dua individu,
misalnya suami-istri, dua sejawat, guru-murid. Ciri-ciri komunikasi diadik
adalah pihak-pihak yang berkomunikasi berada dalam jarak yang dekat;
pihak-pihak yang berkomunikasi mengirim dan menerima pesan secara langsung dan
simultan.
Penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri antara self dengan God. Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam pemrosesan simbolik dari pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan. Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya. Pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis seperti persepsi dan kesadaran (awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi intrapribadi oleh komunikator. Untuk memahami apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka seseorang perlu untuk mengenal diri mereka sendiri dan orang lain. Karena pemahaman ini diperoleh melalui proses persepsi. Maka pada dasarnya letak persepsi adalah pada orang yang mempersepsikan, bukan pada suatu ungkapan ataupun obyek.
Aktivitas dari komunikasi intrapribadi yang kita lakukan sehari-hari dalam upaya memahami diri pribadi diantaranya adalah; berdo'a, bersyukur, instrospeksi diri dengan meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita, mendayagunakan kehendak bebas, dan berimajinasi secara kreatif .
Pemahaman diri pribadi ini berkembang sejalan dengan perubahan perubahan yang terjadi dalam hidup kita. Kita tidak terlahir dengan pemahaman akan siapa diri kita, tetapi prilaku kita selama ini memainkan peranan penting bagaimana kita membangun pemahaman diri pribadi ini
Kesadaran pribadi (self awareness) memiliki beberapa elemen yang mengacu pada identitas spesifik dari individu (Fisher 1987:134). Elemen dari kesadaran diri adalah konsep diri, proses menghargai diri sendiri (self esteem), dan identitas diri kita yang berbeda beda (multiple selves).
Penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri antara self dengan God. Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam pemrosesan simbolik dari pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan. Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya. Pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis seperti persepsi dan kesadaran (awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi intrapribadi oleh komunikator. Untuk memahami apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka seseorang perlu untuk mengenal diri mereka sendiri dan orang lain. Karena pemahaman ini diperoleh melalui proses persepsi. Maka pada dasarnya letak persepsi adalah pada orang yang mempersepsikan, bukan pada suatu ungkapan ataupun obyek.
Aktivitas dari komunikasi intrapribadi yang kita lakukan sehari-hari dalam upaya memahami diri pribadi diantaranya adalah; berdo'a, bersyukur, instrospeksi diri dengan meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita, mendayagunakan kehendak bebas, dan berimajinasi secara kreatif .
Pemahaman diri pribadi ini berkembang sejalan dengan perubahan perubahan yang terjadi dalam hidup kita. Kita tidak terlahir dengan pemahaman akan siapa diri kita, tetapi prilaku kita selama ini memainkan peranan penting bagaimana kita membangun pemahaman diri pribadi ini
Kesadaran pribadi (self awareness) memiliki beberapa elemen yang mengacu pada identitas spesifik dari individu (Fisher 1987:134). Elemen dari kesadaran diri adalah konsep diri, proses menghargai diri sendiri (self esteem), dan identitas diri kita yang berbeda beda (multiple selves).
3. Komunikasi kelompok (kecil)
Komunikasi kelompok merujuk pada komunikasi yang dilakukan sekelompok kecil orang (small-group communication). Kelompok sendiri merupakan sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, saling mengenal satu sama lain, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Komunikasi antarpribadi berlaku dalam komunikasi kelompok.
4. Komunikasi publik
Komunikasi publik adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah orang (khalayak), yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi publik meliputi ceramah, pidato, kuliah, tabligh akbar, dan lain-lain.
Ciri-ciri komunikasi publik adalah: berlangsung
lebih formal; menuntut persiapan pesan yang cermat, menuntut kemampuan
menghadapi sejumlah besar orang; komunikasi cenderung pasif; terjadi di tempat
umum yang dihadiri sejumlah orang; merupakan peristiwa yang direncanakan; dan
ada orang-orang yang ditunjuk secara khusus melakukan fungsi-fungsi tertentu.
5. Komunikasi organisasi
5. Komunikasi organisasi
Komunikasi organisasi (organizational communication) terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan informal, dan berlangsung dalam jaringan yang lebih besar dari komunikasi kelompok. Komunikasi organisasi juga melibatkan komunikasi diadik, komunikasi antarpribadi, dan komunikasi publik tergantung kebutuhan.
6. Komunikasi massa
Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yang menggunakan media massa cetak maupun elektronik yang dikelola sebuah lembaga atau orang yang dilembagakan yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar, anonim, dan heterogen. Pesan-pesannya bersifat umum, disampaikan secara serentak, cepat dan selintas.
1.
● Teknologi
informasi dalam komunikasi
2. Teknologi Informasi Dalam Komunikasi Bisnis
Teknologi merupakan alat, teknik, atau cara yang dapat membantu manusia
dalam melakukan pekerjaan sehingga pekerjaan menjadi lebih ringan, lebih cepat,
lebih baik, atau lebih banyak hasilnya. Teknologi telah menyusup ke dalam
setiap praktik bisnis serta menciptakan keunggulan dan kemampuan komunikasi
yang semakin canggih. Perkembangan teknologikomputer yang cukup dramatis telah
menyebabkan perubahan dalam teknologi komunikasi tanpa harus mengubah
unsur-unsur dasar proses komunikasi.
·
Manfaat Teknologi
Informasi dan Komunikasi
1. Dukungan
dalam Pembelajaran
Salah satu manfaat teknologi informasi dan
komunikasi adalah sebagai dukungan dalam pembelajaran.Seperti pembahasan di
atas, TIK diajarkan sejak bangku Sekolah Dasar.Dengan ini TIK menjadi salah
satu pelajaran yang penting, karena mengingat teknologi yang semakin waktu
semakin maju. Dengan begitu seseorang tidak buta akan teknologi yang ada,
karena sudah diajarkan sejak kecil.
2.
Kemudahan dalam Berkomunikasi
Berkomunikasi jarak jauh juga merupakan manfaat
adanya TIK. Setiap orang dapat berkomunikasi secara tidak langsung dengan
menggunakan surat elektronik (E-Mail), komunikasi melalui chatting dengan
memanfaatkan sosial media yang ada, ataupun komunikasi dengan bertatap muka secara
langsung melalui video call. Dengan begitu memungkinkan seseorang yang berada
di luar daerah atau luar negeri dapat berkomunikasi dengan adanya teknologi
informasi komunikasi.
3. Membantu Pekerjaan Manusia Lebih Mudah
Dengan
menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, pekerjaan manusia akan terbantu
lebih mudah dan cepat. Misal saja seseorang jaman dahulu yang membuat suatu
kerjaan dengan menggunakan mesin ketik maka membutuhkan waktu yang cukup
lama dan keakuratan yang rendah, lain halnya dengan menggunakan komputer dan
juga printer yang menjadikan sebuah pekerjaan lebih cepat dan efektif.Untuk
mencari bahan biasanya sebagian orang mencarinya di internet.
4.
Membantu
dalam Bidang Penerbangan
TIk
dalam dunia penerbangan berperan dalam membantu mengatur jadwal penerbangan
yang ada, mengatur perubahan jadwal jika terjadi perubahan secara mendadak,
mengatur sistem penjualan tiket secara online, serta mengatur komunikasi antara
pilot dengan pusat penerbangan mengenai keadaan sewaktu penerbangan. Oleh
karena itu TIK juga berperan dalam membantu dunia penerbangan yang membutuhkan
komunikasi.
5. Meningkatkan Produktivitas dalam Kerjaan
TIK
juga dapat digunakan dalam meningkatkan produktivitas kerjaan dalam suatau
institusi.Hal-hal seperti perhitungan keuangan dapat dilakukan dengan bantuan
komputer yang di dalamnya terdapat program yang dapat dimanfaatkan dalam
menghitung keuangan. Selain itu proses transaksi yang dilakukan dapat melalui
berbagai cara seperti melalui ATM, SMS Banking, dan juga Internet Banking.
Dengan begitu kedua belah pihak tidak harus bertemu, dan hanya tinggal mengecek
saja yang dapat menghemat waktu.Dengan begitu waktu tidak terbuang sia-sia
dengan adanya TIK, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dalam sebuah
pekerjaan.
● Keuntungan menguasai
teknologi informasi
Kemajuan yang telah dicapai manusia dalam bidang
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan sesuatu yang patut kita
syukuri karena dengan kemajuan tersebut akan memudahkan manusia dalam
mengerjakan pekerjaan dan tugas yang harus dikerjakannya. Namun, tidak semua
kemajuan yang telah dicapai tersebut membawa dampak positif. Diantara kemajuan
yang telah dicapai tersebut ternyata dapat membawa dampak negatif bagi manusia.
Dibawah ini akan dipaparkan dampak positif (keuntungan) dan negatif(kerugian)
dari penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam bidang sosial,
pendidikan, ekonomi, dan pemerintahan.
A.
Dalam
Bidang Sosial
Keuntungan :
Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat dapat
mempermudah komunikasi antara suatu tempat dan tempat yang lain.
B.
Dalam
Bidang Pendidikan
Keuntungan :
1. Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat
dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
2. Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang
dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses
pendidikan.
3. Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya
kelas virtual atau kelas yang berbasisteleconference yang tidak
mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
4. Sistem administrasi pada sebuah
lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.
C.
Dalam
Bidang Ekonomi
Keuntungan :
1. Semakin maraknya
penggunaan TIK akan semakin membuka lapangan pekerjaan.
2. Bisnis yang
berbasis TIK atau yang biasa disebut e-commerce dapat mempermudah
transaksi-traansaksi bisnis suatu perusahaan atau perorangan
3. Dengan fasilitas
pemasangan iklan di internet pada situs-situs tertentu akan mempermudah
kegiatan promosi dan pemasaran suatu produk.
D.
Dalam Bidang Pemerintahan
Keuntungan :
1. Tenologi Informasi
dan Komunikasi yang dikembangkan dalam pemerintahan atau yang
disebut e-government membuat masyarakat semakin mudah dalam mengakses
kebijakan pemerintah sehingga program yang dicanangkan pemerintah dapat berjalan
dengan lancar.
2.
e-government juga dapat mendukung pengelolaan pemerintahan yang lebih
efisien, dan bisa meningkatkan komunikasi antara pemerintah dengan sektor usaha
dan industri.
3. Masyarakat dapat
memberi masukan mengenai kebijakan-kebijakan yang dibuaat oleh pemerintah
sehingga dapat memperbaiki kinerja pemerintah.
● Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam
Komunikasi Bisnis
Pemanfaatan TIK di Sektor BisnisBagi dunia bisnis, jejaring telekomunikasi awalnya digunakan seperti halnya jejaring listrik, distribusi air, dan jejaring utilitas lain. Apa yang dulunya merupakan biaya untuk menjalankan bisnis, sekarang menjadi sumber keuntungan kompetitif. Layanan TIK sekarang digunakan oleh semua sektor ekonomik, mulai dari pertambangan dan pertanian sampai layanan finansial, manufaktur dan kepariwisataan. Jejaring privat ini hadir di semua industri global, di mana perusahaan multinasional menjadi perusahaan jejaring. Para pengguna bisnis berskala besar memiliki kebutuhan akan sistem yangcost-effective, leluasa, aman, automated, terpadu dan terandalkan. Jika para penyedia layanan lokal tidak dapat memenuhi kebutuhan ini, dengan biaya yang masuk akal, perusahaan-perusahaan besar memiliki pilihan untuk mengembangkan sendiri jejaring privat.
- Komunikasi Bisnis dengan
Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Komunikasi
adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan atau informasi diantara
dua orang atau lebih dengan harapan terjadinya pengaruh yang positif atau
menimbulkan efek tertentu yang diharapkan. Komunikasi adalah persepsi dan
apresiasi.
Persaingan
yang keras dalam dunia bisnis tentunya sangat membutuhkan suatu perusahaan yang
dapat menangani akan hal itu diberbagai situasi yang menantang. Semua
bisnis tentunya juga membutuhkan semua informasi yang sangat aktual, cepat dan
dapat dipercaya, yang mana bisa semua permasalahan tersebut hanya bisa
diselesaikan melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi ( ICT ).
Pergerakan
bisnis yang semakin cepat menuntut komunikasi (suara, data dan informasi) yang
lebih lebih cepat guna mempertahankan pelanggan, pemasok, dan, bahkan, dalam
menghadapi persaingan.
- Telepon Sebagai media
Komunikasi Bisnis
Pada
awalnya, komunikasi dalam dunia bisnis dilakukan dengan menggunakan suatu
perangkat komunikasi yang disebut telepon, dimana dengan alat ini para pelaku
bisnis dapat menyampaikan informasi dan berkomunikasi dengan pihak lain dalam
rangka menjalankan bisnisnya.
- Internet sebagai salah satu
media Komunikasi Bisnis
Pengertian
Internet.Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang
mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain
di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi
dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.
4. E-Commerce
dalam Komunikasi Bisnis
Secara umum, e-commerce dapat didefinisikan sebagai
segala bentuk transaksi perdagangan atau perniagaan barang dan jasa dengan
menggunakan media elektronik. Di dalam e-commerce, para pihak yang melakukan
kegiatan perdagangan / perniagaan hanya berhubungan melalui suatu jaringan
publik (public network) yang dalam perkembangan terakhir menggunakan media
internet.
● PENGARUH PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENGAMBILAN
KEPUTUSAN BISNIS
Membuat keputusan (decision
making).
Membuat keputusan (decision
making) adalah suatu proses memilih alternatif tertentu dari beberapa
alternatif yang ada. Jadi, membuat keputusan adalah suatu proses memilih antara
berbagai macam cara untuk melaksanakan pekerjaan. Semakin berpengalaman dalam
pengambilan keputusan, semakin besar pula kepercayaan diri yang akan semakin
berorientasi pula pada suatu tindakan. Jika seorang wirausaha mampu mengambil
suatu keputusan dalam batas-batas waktu yang masuk akal, mungkin ia mampu
mengambil suatu keputusan yang menguntungkan sehingga sewaktu-waktu muncul
peluang-peluang bisnis.
Di sini seorang Wirausaha harus
cepat mengambil suatu keputusan agar dapat menggunakan kesempatan
sebaik-baiknya.Wirausaha yang ingin maju dalam bisnisnya, harus dapat memutar
akal dengan mengandalkan intuisi, ide-ide yang penuh kreatif dan inovatif.
Mereka juga harus memandang persoalan dalam konteks yang lebih luas, sambil
mengingat bahwa keputusan-keputusan utama akan mempunyai akibat-akibat jangka
panjang atas operasi bisnisnya. Seorang wirausaha diharapkan lebih aktif dalam
dan lebih kreatif, karena ia harus membuat keputusan (decision making)
tanpa bantuan data-data kuantitatif (data
berbentuk angka-angka) atau dukungan
staf yang berpengalaman.
Keberhasilan seorang Wirausaha di
dalam bisnis, tergantung pada kemampuan membuat keputusan yang meningkatkan
keuntungan bisnisnya pada masa yang akan datang. Kemampuan membuat keputusan
dapat diperoleh dari pengalamannya selama bertahun-tahun.Akan tetapi, dalam
prakteknya pasti ada saja kesalahan-kesalahan, yang harus cepat disadari dan
diambil tindakan pembetulannya.
Dalam perusahaan besar, biasanya
pembuatan dan pengambilan keputusan itu didasarkan atas dasar data-data dan
dokumentasi perusahaan yang terdapat dalam survei, laporan usaha, dan
sebagainya. Informasi ini biasanya telah dihimpun dengan cara yang sudah
ditentukan, sesuai dengan teknik-teknik pemecahan masalah.
Adapun pedoman untuk membuat keputusan,
kuncinya adalah sebagai berikut:
- Terlebih dahulu, tentukan fakta-fakta dari persoalan
yang sudah dikenal.
- Identifikasi, bidang manakah dari persoalan-persoalan
yang tidak berdasarkan fakta-fakta. Di bidang yang dikenal inilah, seorang
Wirausaha harus menggunakan logika, penalaran, dan institusinya untuk
membuat keputusan.
- Keberanian dan antusiasme sangat diperlukan dalam
menerapkan sebuah keputusan
- Bersedia untuk mengambil tindakan agresif dalam
menerapkan sebuah keputusan.
- Ambillah risiko yang sedang-sedang saja jika terdapat
ketidakpastian yang besar
- Dalam keadaan tertentu, mungkin lebih baik untuk
meneruskan sesuatu yang telah berhasil pada masa lampau.
- Jauhilah keputusan-keputusan yang akan mengubah secara
drastis susunan organisasi yang sekarang.
- Keputusan perlu diuji cobakan dahulu.
Seorang Wirausaha harus memulai
menerapkan keputusan, semua keragu-raguan dan ketidakpastian haruslah dibuang
jauh-jauh.Jika anda dihadapkan pada alternatif harus memilih, maka buatlah
pertimbangan-pertimbangan yang matang. Kumpulkan berbagai informasi dan boleh
meminta pendapat orang lain. Setelah itu, ambil keputusan dan jangan ragu-ragu.
Dengan berbagai alternatif yang ada dalam pikiran, para Wirausaha akan dapat
mengambil keputusan yang terbaik. Banyak factor yang dapat mempengaruhi
pembuatan keputusan (decision making), diantaranya motivasi, persepsi,
dan proses belajar.
Dalam proses pembuatan keputusan,
kenyatannya ada Wirausaha yang mampu mengambil keputusan berdasarkan
pengalaman, dan ada pula Wirausaha yang berperilaku membuat keputusan secara
otomatis. Jika keputusan diambil berdasarkan pada pengalaman masa lalu,
hendaknnya tergantung juga pada tempat, waktu, pendidikan Wirausaha, dan
sebagainya.
- Seorang Wirausaha yang kreatif adalah yang pandai
mengambil keputusan- keputusan yang tepat dalam bisnisnya.
- Seorang Wirausaha suksesnya tergantung pada kemampuan
mengambil keputusan yang meningkatkan kemampuan meningkatkan laba bisnis
pada masa mendatang.
- Seorang wirausaha yang ingin maju sangat tergantung
pada ekspentasi masa depan dan keberlanjutan bisnisnya.
Faktor dan pertimbangan
membuat keputusan
Dalam mengelola bisnisnya, para
worausaha harus membuatkeputusan akhir dengan memperhatikan faktor-faktor dan
pertimbangan berikut:
- Ukuran dan kompleksitas bisnis.
- Harapan mengenai pertumbuhan dan perkembangan bisnis.
- Fasilitas jasa yang tersedia di daerah untuk berbagai
instalasi sistem.
- Kualitas dan kuantitas dari staf yang tersedia untuk
pelbagai jenis system dan fasilitas latihan yang tersedia.
- Jumlah transaksi yang harus diproses.
- Faktor-faktor keuangan.
Faktor membuat keputusan
Membuat keputusan di dalam usaha
atau bisnis adalah pekerjaan yang tidak mudah.Di dalam membuat keputusan,
seorang wirausaha perlu memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi
keputusan yang diambilnya.
1) Faktor orang
Dalam membuat keputusan, perlu
diperhatikan dan dipertimbangkan orang-orang yang akan merasakan masalah,
sebagai akibat dari adanya keputusan tersebut.
2) Faktor psychologis
Dalam membuat keputusan, seorang
wirausaha perlu memperhatikan dan mempertimbangkan faktor psychologis, baik
yang terasa maupun yang tidak terasa, seperti emosional, pikiran, perasaan,
kekecewaan, maupun pengaruh kejiwaan lainnya.
3) Faktor fisik
Membuat keputusan merupakan
pekerjaan mental.Maka dari itu, di dalam membuat keputusan, perlu ditransferkan
ke arah tindakan fisik.
4) Faktor sasaran
Di dalam membuat keputusan, seorang
Wirausaha harus memperhatikan dan mendorong arah usaha atau bisnis dalam rangka
pencapaian sasaran yang sudah ditetapkan.
5) Faktor waktu.
Di dalam membuat keputusan, waktu
yang efektif dan efisien harus cukup untuk menganalisis data-data dan
permasalahannya.
6) Faktor pelaksanaan
Faktor pelaksanaan merupakan follow-up
dari setiap keputusan yang diambil. Selanjutnya, perlu diingat pula bahwa
setiap keputusan akan menimbulkan suatu rangkaian tindakan di dalam membuat
keputusan.
B) Pertimbangan
membuat keputusan usaha
Pertimbangan-pertimbangan dalam
membuat keputusan, didasarkan atas beberapa hal sebagai berikut :
1)
Keputusan yang akan diambil
2)
Tindakan-tindakan
Tindakan-tindakan dalam mengambil
dan membuat keputusan yang tepat dan akurat, adalah sebagai berikut:
a) Menilai
data-data
b) Memilih
data-data
c) Konsekuensi pilihan
d) Tindakan
pelaksanaan
Tindakan pelaksanaan dalam keputusan
adalah usaha untuk memiliki suatu tindakan yang telah ditentukan oleh salah
satu pilihan Suatu keputusan yang benar, tumbuh dan berkembang dari adanya
pertentangan antar pendapat dan alternative alternatif yang saling
bersaing.Dalam proses pembuatan keputusan, keragu-raguan dan ketidaksetujuan
sebenarnya masih diperlukan, karena ada manfaatnya untuk :
- Merangsang daya imajinasi untuk mendapatkan jawaban
yang benar terhadap suatu masalah.
- Memperkaya alternatif-alternatif untuk melahirkan
keputusan yang lebih mantap.
- Memungkinkan penerimaan bersama, terhadap keputusan
yang akan diambil.
Keputusan-keputusan mengenai
masalah-masalah yang kongkret, sebenarnya tidak begitu sulit untuk
diambil.Pertimbangan yang diadakan berkisar pada masalah bertindak atau tidak
bertindak dengan memperhitungkan untung ruginya. Agar seorang Wirausaha mampu
membuat keputusan yang efektif dan efisien, ia harus memiliki beberapa
persyaratan, sebagai berikut.
- Keterampilan dalam kepemimpinan
- Keterampilan dalam manajerial
- Keterampilan dalam bergaul.
Di dalam kegiatan usahanya,
wirausahawan akan dihadapkan pada berbagai resiko yang akan mempengaruhi
kelangsungan usahanya. Oleh karena itu, wirausahawan dituntut untuk memiliki
kemampuan dalam menghadapi resiko, dan metode pengambilan resiko.
3. Perencanaan
Pesan-pesan Bisnis
Perencanaan pesan-pesan bisnis merupakan suatu langkah stategis bagi
pencapaian tujuan suatu organisasi secara menyeluruh, dan merupakan salah satu faktor
penentu keberhasilan komunikasi.
A. Analisis Audiens
1.
Cara Mengembangkan Profil Audiens
a.
Menentukan ukuran dan komposisi audiens
b.
Siapa audiensnya
c.
Reaksi audiens
d.
Tingkat pemahaman audiens
e.
Hubungan komunikator dengan audiens
2.
Cara Memuaskan Audiens akan Kebutuhan Informasi
a.
Temukan ataucari apa
yang diinginkan oleh audiens
b.
Antisipasi pertanyaan
yang tidak diungkapkan
c.
Berikan semua informasi
yang diperlukan
d.
Pastikan bahwa informasinya akurat
e.
Tekankan ide-ide yang paling menarik bagi audiens
Cara Memuaskan Kebutuhan Motivasional Audiens
Beberapa jenis
pesan bertujuan memotivasi audiens untuk mau mengubah perilaku mereka. Akan
tetapi pemberian motivasi ini sering kali mengalami hambatan. Hal ini
disebabkan kecenderungan dari audiens untuk tidak mau mengubah sesuatu yang ada
dengan hal yang baru. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan
memberikan argumentasi yang bersifat rasional. Meskipun pendekatan dengan
menggunakan argumentasi ini merupakan cara yang baik untuk menarik audiens,
perlu juga untuk mencoba menggunakan pendekatan
emosi audiens.
B. Penentuan
Ide Pokok
Topik dan ide
pokok merupakan 2 hal yang berbeda. Topik adalah subjek peseam yang lebih luas,
sedangkan ide pokok adalah pernyataan tentang suatu topik yang menjelaskan isi
dan tujuan dari topik tersebut sehingga dapat diterima oleh audiens. Dalam
suatu surat pendekatan memo, ide pokok mungkin jelas. Namun, dalam surat yang
kompleks, menentukan ide pokok, hal-hal penting yang harus diperhatikan adalah
:
1.
Teknik curah pendapat
Yaitu memberikan keleluasaan pikiran untuk mencari
berbagai kemungkinan menguji berbagai alternatif dengan mempertimbangkan
tujuan, audiens, dan fakta yang ada.
2.
Pembatasan cakupan
Yaitu ide pokok dari pesan-pesan selebihnya disesuaikan
dengan waktu yang tersedia sehingga poin-poin yang penting tidak sampai
terabaikan.
C. Seleksi Saluran dan
Media
1.
Komunikasi Lisan
Salah satu kebaikan dari komunikasi lisan adalah
kemampuan memberikan umpan balik dengan segera. Saluran ini digunakan bila
pesan yang disampaikan sederhana, tidak diperlukan catatan permanen dan audiens
dapat dibuat lebih nyaman. Komunikasi lisan mencakup antara lain percakapan
antara 2 orang atau lebih, pembicaraan lewat telepon, wawancara kerja,
pertemuan kelompok kecil, seminar, dan presentasi lainnya.
2.
Komunikasi tertulis
Salah satu kelebihan komunikasi tertulis adalah bahwa
penulis mempunyai kesempatan untuk merencanakan dan mengendalikan pesan-pesan
mereka. Pesan tertulis memiliki berbagai macam bentuk, antara lain surat, memo,
proposal, dan laporan.
PENETUAN TUJUAN PESAN BISNIS
Pesan bisnis dapat menciptakan nilai
tambah bagi perusahaan. Pesan-pesanyang di sampaikan kepada pihak lain
hendaknya mampu menjaga danmeningkatkan citra perusahaan. Untuk dapat
menciptakan good will, setiap pesan bisnis hendaknya memiliki tujuan yang
jelas, dapat di ukur, dan tidak bertentangan dengan tujuan organisasi.
Ada tiga tujuan unum komunikasi
bisnis, yaitu :
1. Memberi informasi (informing)
Tujuan
pertama dalam komunikasi bisnis adalah memberikan informasi yang berkaitan
dengan dunia bisnis kepada pihak lain. Sebagai contoh, seorang pemimpin suatu
perusahaan membutuhkan bebebrapa pegawai baru yang akan di tempatkan sebagai
staf adminitrasi di kantor- kantor cabang yang ada.
2. Membujuk atau persuasi (persuading)
Tujuan kedua
komunikasi bisnis adalah memberikan persuasi kepada pihak lain agar apa yang
disampaikan dapat dipahami dengan baik dan bener. Hal ini sering dilakukan,
terutama yang berkaitan dengan negosiasi antara seseorang dengan orang lain
dalam bisnis.
3. Melakulakan kerjasama atau
kolaborasi (kolaborating)
Tujuan ketiga dalam komunikasi
bisnis adalah melakukan kolaborasi atau kerjasama bisnis antara seseorang
dengan orang lain. Malalui jalinan komunikasi bisnis tersebut seseorang dapat
dengan mudah melakukan kerjasama bisnis, baik dengan perusahaan domestik maupun
perusahaan asing.
PENENTUAN PROSES KOMPOSISI
Proses komposisi (
composition process ) penyusunan pesan-pesan bisnis dapat dianalogikan dengan
proses penciptaan lagu seperti yang dilakukan oleh seorang komposer. Begitu
halnya dengan proses komposisi untuk pesan-pesan bisnis.
Pesan bisnis yang efektif bertujuan
untuk menarik perhatian pihak lawan komunikasi, krena itu pesan harus ringkas
dan menunjukkan tujuan yang jelas. Tujuan dalam penulisan pesan bisnis yang
efektif adalah lebih bersiafat untuk menyatakan ide daripada mengesankan lawan
komunikasi.
Proses komposisi bukan merupakan
faktor yang bersifat wajib ditaati sehingga langkah-langkah dalam penyusunan
pesan tidak harus mengikuti rumus tertentu yang bersifat matematis, melainkan
diperlukan kesesuaian dengan kebutuhan, kondisi, dan situasi komunikasi.
Penyusunan pesan-pesan bisnis meliputi tiga tahap :
1. Perencanaan
Dalam fase perencanaan ( planning
phase ), dipikirkan hal-hal yang cukup mendasar, seperti maksud/tujuan
komunikasi, audiens yang akan menerima pesan, ide pokok (main idea) pesan-pesan
yang akan disampiakan, dan saluran atau media yang akan digunakan untuk
menyampaikan pesan. Perencanaan, meliputi maksud dan tujuan komunikasi, audiens
yang akan menerima pesan, ide pokok pesan-pesan yang akan disampaikan, saluran
atau media yang akan digunakan.
2. Pengorganisasian
Organisasi dan komposisi erat
kaitannya dengan penyususnan atau pengaturan kata-kata, kalimat, dan paragraf.
Oleh karena itu perlu diperhatikan bagaimana menggunakan kata-kata, kalimat,
dan paragraf yang sederhana, mudah dipahami, dimengerti dan dilaksanakan oleh
si penerima pesan. Organisasi dan Komposisi, mengorganisasikan ide-ide dan
dituangkan dalam bentuk draft yang berkaitan dengan komitment pemikiran yang
dimulai dengan merangkai kata, kalimat, paragraf yang sederhana, mudah dipahami,
dimengerti dan dilaksanakan oleh si penerima pesan serta memilih ilustrasi yang
diperlukan untuk mendukung ide pokok bahasannya.
3. Revisi
Setelah ide-ide dituangkan dalam
kata-kata, kaliamat , maupun paragraf perhatikan apakah kata-kata,
kalimat, dan paragraf tersebut telah diekspresikan dengan benar. Kalau ternyata
belum sesuai, perlu dilakukan pengecekan sekaligus revisi/perbaikan-perbaikan
seperlunya, sehingga apa yang telah direncanakan sebelumnya dapat dicapai
seefektif mungkin. Revisi, proses perbaikan terhadap maksud dan isi pesan dari
sisi substansi pesan yang ingin disampaikan, gaya penulisannya, struktur
kalimat yang digunakan dan bagaimana tingkat pemahamannya serta memperhatikan
penggunaan kata-kata, kalimat dan paragraf telah di ekspresikan dengan benar.
REFERENSIl